Postingan

Catatan Awal Perjalanan Meninggalkan Dunia Konsultan dan Memasuki Sebuah Perusahaan Daerah yang Sedang Bergulat dengan Persoalannya Sendiri - BAGIAN 2

olahara lambertus Pada bagian sebelumnya, Zona Nyaman ke Kursi Direksi , berangkat dari rasa penasaran menduduki kursi direksi. Delapan puluh tujuh hari – menerima tugas dan tangungjawab menuju penutupan buku akhir tahun 2022 ditengah s-score di tingkat bangkrut – saya harus tetap di sini. Tujuan paling mendasar—menahan kebocoran, menjaga operasi tetap berjalan, dan memastikan perusahaan tidak tenggelam. Dari sinilah langkah berikutnya dimulai: Kapal yang nyaris karam itu mulai mengapung   Kapal yang Nyaris Karam Mulai Mengapung Delapan Puluh Tujuh Hari Menahan Laju Kebocoran Ketika sebuah kapal nyaris karam, tugas pertama nakhoda bukan membuatnya melaju lebih cepat. Tugas pertamanya adalah menghentikan kebocoran, menjaga para awak tetap bekerja, dan memastikan kapal masih memiliki daya apung. Dalam keadaan genting, pemimpin tidak selalu memulai dengan membawa kapal melaju lebih cepat. Kadang-kadang, tugas pertamanya hanyalah memastikan kapal itu tidak tenggelam. Delapan puluh...

Catatan awal perjalanan meninggalkan dunia konsultan dan memasuki sebuah perusahaan daerah yang sedang bergulat dengan persoalannya sendiri - BAGIAN 1

  Oleh Olahara Lambertus “Saya penasaran, Pak. Karena setahu saya, perusahaan ini rugi terus.” Jawaban itu meluncur begitu saja ketika tim penguji menanyakan alasan saya ingin memimpin PDAM Kabupaten Lembata. Tidak terdengar seperti jawaban seorang calon direktur yang telah menyiapkan kalimat hebat. Namun, itulah jawaban paling jujur yang saya miliki. Sebelum hari itu, hidup saya berjalan di jalur yang cukup nyaman. Saya memimpin perusahaan konsultan teknik yang bergerak dalam perencanaan dan pengawasan konstruksi. Hari-hari saya akrab dengan gambar, kalkulasi, jadwal proyek, dan keputusan yang dapat diambil dengan cepat. Saya tidak sedang mencari pekerjaan baru. Sampai sebuah telepon dari Yohanes, sahabat dekat saya, mengubah arah percakapan dan perlahan mengubah arah hidup. Panggilan di Luar Zona Nyaman Ketika Yohanes meminta saya datang ke ruangannya, saya mengira ada pekerjaan teknis yang perlu kami selaraskan. Namun, sesampainya di sana, ia tidak membicarakan proyek. “Kau ting...

Memahami Dinamika Sesar Naik Busur Belakang Flores

Gambar
Olahara Lambertus  |   Antara Fakta Kebumian, Pesan Berantai, dan Kesiapsiagaan yang  Rasional Gambar 1. Infografik yang beredar melalui WhatsApp. Dipakai sebagai bahan literasi kritis, bukan sebagai peta prediksi gempa. Berangkat dari Pesan Berantai Beberapa hari setelah gempa kuat di wilayah Flores, beredar pesan berantai yang menyatakan bahwa jalur sesar sekitar 800 km dari Bali sampai Flores “belum lepas semua”, sehingga gempa akan terus bergerak dari satu segmen ke segmen lain. Narasi seperti ini terasa meyakinkan karena memakai istilah ilmiah - segmentasi sesar, Coulomb stress transfer, afterslip, aftershock migration, dan viscoelastic rebound. Namun istilah yang benar tidak otomatis membuat seluruh kesimpulannya benar. Di sinilah kita perlu membedakan dua hal: bahaya seismik yang nyata dan perlu diantisipasi, dengan prediksi deterministik tentang kapan, di mana, dan seberapa besar gempa berikutnya. Yang pertama adalah wilayah sains kebencanaan; y...

MENGENAL “SOFT STORY”: MENGAPA LANTAI DASAR BANGUNAN DAPAT RUNTUH SAAT GEMPA?

Gambar
Oleh: Olahara Lambertus Kita mungkin pernah melihat foto atau video setelah gempa: sebuah bangunan bertingkat tampak seolah kehilangan lantai dasarnya. Bagian atas bangunan masih terlihat relatif utuh, tetapi lantai pertama mengalami kerusakan sangat berat hingga bangunan di atasnya turun, miring, atau mengalami keruntuhan sebagian. Dalam rekayasa struktur tahan gempa, salah satu mekanisme yang perlu diwaspadai adalah soft story mechanism atau mekanisme tingkat lunak. Fenomena ini mengingatkan kita bahwa bangunan tidak cukup hanya kuat memikul beratnya sendiri. Di daerah rawan gempa, bangunan juga harus mampu menerima gaya lateral, berdeformasi secara terkendali, dan mendisipasikan energi tanpa mengalami keruntuhan mendadak . Apa Itu Soft Story? Bayangkan sebuah bangunan tiga atau empat l antai. Lantai-lantai atas dipenuhi kamar, dinding pengisi, dan sekat, sementara lantai dasar sengaja dibuat sangat terbuka untuk parkir, toko, lobi, aula, atau ruang usaha. Secara arsitektural, konf...

STRONG COLUMN–WEAK BEAM: Mengapa Kolom Harus Lebih Kuat daripada Balok?

Gambar
  Memahami filosofi desain kapasitas, sendi plastis, dan detail konstruksi bangunan tahan gempa Oleh: Olahara Lambertus “Dalam rekayasa gempa, persoalannya bukan hanya seberapa kuat sebuah bangunan, tetapi bagaimana bangunan itu berperilaku ketika kekuatan elastisnya mulai terlampaui.” Ketika Gempa Besar Datang, Bagian Mana dari Bangunan yang Boleh Rusak? Pertanyaan ini mungkin terdengar aneh. Bukankah seorang insinyur seharusnya merancang bangunan agar tidak rusak ? Dalam rekayasa gempa, jawabannya tidak sesederhana itu. Untuk tingkat guncangan gempa yang besar, menuntut seluruh bagian bangunan tetap elastis dan sama sekali tidak mengalami kerusakan bukan selalu merupakan tujuan desain yang realistis maupun ekonomis. Yang jauh lebih penting adalah memastikan struktur mempunyai kekuatan, kekakuan, daktilitas, dan mekanisme disipasi energi yang memadai sehingga kerusakan dapat berlangsung secara terkendali dan risiko keruntuhan yang membahayakan jiwa dapat ditekan. ISTILAH KUNCI St...