Catatan Awal Perjalanan Meninggalkan Dunia Konsultan dan Memasuki Sebuah Perusahaan Daerah yang Sedang Bergulat dengan Persoalannya Sendiri - BAGIAN 2
olahara lambertus
Pada bagian sebelumnya, Zona Nyaman ke Kursi Direksi, berangkat
dari rasa penasaran menduduki kursi direksi.
Delapan puluh tujuh hari – menerima tugas dan tangungjawab menuju
penutupan buku akhir tahun 2022 ditengah s-score di tingkat bangkrut – saya harus
tetap di sini. Tujuan paling mendasar—menahan kebocoran, menjaga operasi tetap
berjalan, dan memastikan perusahaan tidak tenggelam.
Dari sinilah langkah berikutnya dimulai: Kapal yang nyaris
karam itu mulai mengapung
Kapal yang Nyaris Karam Mulai Mengapung
Delapan Puluh Tujuh Hari Menahan Laju KebocoranKetika sebuah kapal nyaris karam, tugas pertama nakhoda bukan membuatnya melaju lebih cepat. Tugas pertamanya adalah menghentikan kebocoran, menjaga para awak tetap bekerja, dan memastikan kapal masih memiliki daya apung.
Dalam keadaan genting, pemimpin tidak selalu memulai dengan membawa kapal melaju lebih cepat. Kadang-kadang, tugas pertamanya hanyalah memastikan kapal itu tidak tenggelam.
Delapan puluh tujuh hari. Itulah waktu yang tersedia sejak saya menerima tanggung jawab kepemimpinan pada 6 Oktober 2022 hingga penutupan tahun buku pada 31 Desember 2022. Bukan waktu yang panjang untuk mengubah arah sebuah perusahaan, apalagi perusahaan yang secara teknis berada dalam keadaan nyaris bangkrut.
Tidak ada penyertaan modal yang dapat segera digunakan. Perusahaan memasuki tahun 2022 dengan kas dan setara kas sekitar Rp265,51 juta. Sementara itu, kebutuhan operasional terus berjalan. Jaringan perpipaan harus dipelihara, kerusakan dapat terjadi sewaktu-waktu, gaji pegawai harus dibayarkan, dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti.
Pertanyaannya sederhana, tetapi jawabannya tidak mudah: biaya apa yang masih dapat ditekan tanpa mengorbankan hak pegawai dan pelayanan? Dari mana penerimaan dapat diperoleh dalam waktu kurang dari tiga bulan?
Membaca Ruang Gerak yang Tersisa
Mengurangi gaji pegawai bukan pilihan. Selain berisiko melanggar ketentuan ketenagakerjaan, langkah itu dapat merusak semangat orang-orang yang justru dibutuhkan untuk menjaga perusahaan tetap hidup.
Menekan biaya operasional teknis secara membabi buta juga bukan jawaban. Kerusakan pipa, sambungan, dan fasilitas pelayanan tidak selalu dapat diprediksi. Penghematan yang keliru justru dapat melahirkan biaya lebih besar serta mengganggu kontinuitas pelayanan.
Ruang yang paling mungkin dikendalikan berada pada pengeluaran administrasi dan pola belanja rutin. Penggunaan alat tulis kantor, kertas, dan bahan bakar diperketat. Nilainya mungkin tidak langsung mengubah neraca perusahaan, tetapi organisasi yang sedang berjuang tidak boleh menganggap kebocoran kecil sebagai sesuatu yang biasa.
Piutang: Ada dalam Catatan, Belum Ada di Kas
Dalam catatan audit BPKP, piutang usaha PDAM Kabupaten Lembata berada di atas satu miliar rupiah. Secara akuntansi, piutang itu merupakan hak perusahaan. Namun, bagi operasional sehari-hari, angka tersebut belum berarti banyak selama belum berubah menjadi uang yang benar-benar masuk ke kas.
Menambah pelanggan baru memang dapat memperbesar pendapatan. Akan tetapi, sambungan baru membutuhkan investasi untuk pipa, meter air, aksesori, tenaga kerja, dan perluasan jaringan. Dengan kemampuan kas yang terbatas, ekspansi belum dapat dijadikan jawaban cepat.
Karena itu, penagihan tunggakan menjadi pilihan paling realistis. Prinsipnya bukan menghukum pelanggan, melainkan memulihkan tanggung jawab. Pelanggan yang masih menggunakan air tetapi belum menyelesaikan kewajibannya didorong untuk membayar. Penutupan sementara dilakukan bila diperlukan, dengan tetap mengedepankan cara yang manusiawi, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Disiplin Dimulai dari Dalam
Rapat pimpinan melahirkan tiga langkah yang dapat segera dijalankan:
- Disiplin penggunaan alat tulis kantor. Kertas yang satu sisinya masih kosong digunakan kembali untuk kebutuhan internal dan arsip sementara.
- Pengendalian pembelian bahan bakar. Petugas yang bertanggung jawab mendampingi pengemudi saat pengisian agar setiap pengeluaran dapat ditelusuri.
- Penguatan penagihan tunggakan. Pemberitahuan, penagihan, dan penutupan sementara dilakukan secara lebih tegas kepada pelanggan yang belum memenuhi kewajibannya.
Menggunakan kembali kertas bekas mungkin terdengar terlalu kecil dibandingkan dengan kerugian ratusan juta rupiah. Namun, perubahan organisasi sering dimulai ketika orang-orang di dalamnya menyadari bahwa kebiasaan lama tidak dapat terus dipertahankan. Penghematan bukan sekadar soal angka. Ia merupakan latihan untuk menyadari bahwa uang perusahaan bukan milik pribadi dan setiap pemborosan mengurangi kemampuan perusahaan melayani masyarakat.
Apa yang Dikatakan Angka?
Ketika tahun buku 2022 ditutup, perusahaan belum dapat disebut sehat. Namun, laporan keuangan memperlihatkan tanda awal bahwa laju kemundurannya mulai tertahan.
| Indikator | 2021 | 2022 |
|---|---|---|
| Rugi bersih | Rp877,63 juta |
Rp762,31 juta |
| Beban operasional | Rp3,89 miliar |
Rp3,62 miliar |
| Pendapatan | Rp3,03 miliar |
Rp2,88 miliar |
| Kas akhir periode | Rp265,51 juta |
Rp180,92 juta |
Kerugian bersih turun sekitar Rp115,32 juta atau 13,14 persen. Ini bukan laba. Perusahaan masih rugi. Namun, turunnya nilai kerugian menunjukkan bahwa ruang perbaikan belum sepenuhnya tertutup.
Perbaikan terutama berasal dari efisiensi biaya, bukan pertumbuhan pendapatan. Pendapatan justru menurun sekitar 4,98 persen. Artinya, kapal belum bergerak lebih cepat; beban yang menariknya ke bawah baru mulai dikurangi.
Angka tahun buku 2022 menggambarkan perjalanan perusahaan selama satu tahun penuh. Karena kepemimpinan baru dimulai pada 6 Oktober 2022, saya tidak ingin mengklaim seluruh perubahan sebagai hasil kerja selama 87 hari. Hal yang dapat dipertanggungjawabkan dari masa singkat itu adalah arah yang mulai diletakkan: disiplin biaya, penguatan penagihan, pengendalian pengeluaran, dan keberanian membaca keadaan apa adanya.
Belum Selamat, tetapi Arah Mulai Berubah
Akhir 2022 belum memberi alasan untuk merayakan kemenangan. Kerugian masih besar, pendapatan menurun, kas menipis, dan piutang masih mengikat dana yang seharusnya dapat digunakan untuk operasional. Struktur keuangan perusahaan tetap rapuh.
Namun, ada satu perubahan penting: keadaan mulai dibaca dengan jujur. Kami tidak menyebut penurunan kerugian sebagai laba dan tidak menjadikan keterbatasan modal sebagai alasan untuk diam. Dari sanalah navigasi kepemimpinan dimulai.
Kapal yang nyaris karam itu belum sampai ke pelabuhan. Namun, ia mulai menemukan daya apungnya—dan saya memilih tetap berada di dalamnya.
Delapan puluh tujuh hari terlalu singkat untuk menyehatkan perusahaan yang telah lama menanggung beban. Tetapi masa itu cukup untuk meletakkan sebuah keyakinan: selama masalah dibaca dengan jujur, keputusan diambil dengan disiplin, dan seluruh awak bersedia mengubah kebiasaan, selalu ada kemungkinan untuk bergerak dari sekadar bertahan menuju pemulihan.
Bersambung: LangkahKonsisten Menuju PDAM Lembata Tangguh
Komentar
Posting Komentar